+62 818-0808-0605 info@konsultanpajakgunungkidul.com

Laporan Arus Kas: Pengertian, Metode Peyusunan, hingga Contohnya

Ilustrasi Laporan arus kas

Laporan arus kas atau cash flow merupakan alat penting dalam analisis keuangan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana uang masuk dan keluar dari suatu bisnis selama periode tertentu. Terstruktur dalam tiga segmen utama, yaitu arus kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan, laporan ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana perusahaan menghasilkan dan mengelola arus kasnya.

Dengan informasi yang disajikan secara rinci, pihak-pihak yang berkepentingan dapat lebih memahami kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, laporan ini memberikan wawasan yang diperlukan untuk membuat keputusan strategis terkait investasi, pembiayaan, dan perumusan strategi bisnis yang lebih optimal.

KKP Ashadi dan Rekan menyediakan

Layanan konsultan pajak terpercaya dari ahli dengan pengalaman lebih dari 20 tahun

Pengertian Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan suatu bentuk laporan keuangan yang mengungkapkan secara rinci data terkait aliran kas masuk dan keluar dari suatu perusahaan selama suatu periode tertentu. Keberadaan laporan ini memegang peranan penting, terutama dalam memberikan pemahaman mendalam kepada pemangku kepentingan, seperti investor, mengenai strategi pengelolaan dan pemanfaatan kas yang diimplementasikan oleh entitas tersebut.

Struktur atau Komponen Laporan Arus Kas

Laporan ini umumnya diatur ke dalam tiga bagian utama, yaitu:

1. Arus Kas dari Aktivitas Operasional

Bagian ini mencakup transaksi kas yang terkait dengan kegiatan inti operasional perusahaan, seperti penerimaan dari penjualan produk atau layanan, pembayaran kepada pemasok, pembayaran gaji karyawan, dan pelunasan pajak.

Analisis pada bagian ini memberikan gambaran tentang efisiensi perusahaan dalam menghasilkan kas dari kegiatan operasionalnya.

2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Bagian ini mencatat transaksi kas yang terkait dengan investasi perusahaan dalam aset tetap atau investasi jangka panjang lainnya, seperti pembelian atau penjualan properti, pabrik, peralatan, atau investasi dalam saham atau obligasi perusahaan lain.

Analisis pada bagian ini membantu menilai sejauh mana perusahaan menggunakan kasnya untuk investasi jangka panjang.

3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Komponen ini mencatat sumber kas dari aktivitas pendanaan, seperti penerbitan saham baru, penerimaan pinjaman dari bank atau penerbitan obligasi, serta pembayaran dividen kepada pemegang saham.

Pemahaman terhadap bagian ini memberikan gambaran tentang bagaimana perusahaan memperoleh dana untuk mendukung operasinya dan strategi pembiayaan yang mereka terapkan untuk pertumbuhan dan pelunasan utang.

Fungsi Laporan Arus Kas

Berikut adalah beberapa fungsi atau manfaat dari laporan arus kas.

  1. Informasi Kemampuan Menghasilkan Kas
    • Menyajikan data tentang kemampuan perusahaan menghasilkan kas.
    • Memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan sejauh mana perusahaan mampu menciptakan sumber daya keuangan yang dibutuhkan.
  2. Analisis Kemampuan Memenuhi Kewajiban Keuangan
    • Berfungsi sebagai alat analisis untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya.
    • Informasi di laporan ini penting dalam menilai stabilitas dan kelangsungan operasional entitas bisnis.
  3. Penilaian Kemampuan Investasi atau Pendanaan
    • Membantu mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam membuat keputusan investasi atau pendanaan.
    • Memberikan pemahaman mendalam mengenai arus kas untuk mendukung langkah-langkah strategis dalam keuangan dan pertumbuhan perusahaan.

Metode Penyusunan

Terdapat 2 metode yang biasanya digunakan dalam pembuatan atau penyusunan laporan arus kas, di antaranya sebagai berikut.

  1. Metode Langsung
    • Menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas secara langsung.
    • Memulai dengan mencatat rinci semua transaksi kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan.
  2. Metode Tidak Langsung
    • Menampilkan informasi penerimaan dan pengeluaran kas secara tidak langsung.
    • Memulai dengan menyesuaikan laba bersih dari laporan laba rugi dengan elemen-elemen yang tidak berdampak pada kas, seperti penyusutan, beban amortisasi, dan perubahan piutang, persediaan, dan utang.

Contoh Laporan Arus Kas

Berikut ini merupakan contoh laporan arus kas dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi.

Laporan arus kas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi.
Sumber: ppid.rsjd-sujarwadi.jatengprov.go.id

Baca juga:

Laporan Perubahan Ekuitas: Pengertian serta Contohnya

Konsultasi Pajak Bersama KKP Ashadi dan Rekan

Konsultan Pajak Gunung Kidul merupakan bagian dari firma Ashadi dan Rekan yang menyediakan pelayanan jasa pajak, akuntansi dan juga jasa konsultansi pada bidang akuntansi, perpajakan, manajemen dan training terpercaya, independen, akuntabel, dan profesional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top